Konco-konco

Isnin, 24 Januari 2011

korban keadaan...dan siapa sebenarnya penghasut

sejak semalam aku terduduk dan terkedu bila baca post seseorang yang aku rasa dia hentam aku... aku xtau napa aku rasa macam tu... aku xtau macamana nak kata lagi... hati aku rasa macam dicincang dan ditikam bertalu-talu dengan kata-katanya tu... siap dengan emosi yang teramat sangat lagi dia meluahkan perasaannya kat situ... aku anggap dia macam adik aku sendiri sebab tolong aku banyak benda... tapi, xsangka rupa-rupanya sebalik itu tersimpan satu dendam yang aku xtau kenapa dia xwujudkan depan2 aku... 

aku sebenarnya masih mencari jawapan untuk persoalan kenapa??? kenapa mereka tidak puas hati dengan aku??? apa salah aku sebenarnya?? kalau nak kaitkan pasal kejadian semalam... aku kah yang bersalah??? apa yang dikatakan oleh 'pihak tertentu' itu sehingga melahirkan kebencian kepada aku??? apa hasutan yang mereka tusukkan ke dalam jiwa dia sehingga dia marah sangat kat aku??? dan akhirnya aku menjadi mangsa yang diherdik... dihina dan dikata dalam post itu... sehingga tidak segan silu dia melemparkan kata2 yang aku pun xtau apa motif dia lakukan begitu??? tohmahan apa lagi yang ingin kamu berikan??? aku xpernah minta kamu kawan ngan aku, apatah lagi minta kamu jadi kawan baik... pernahke terlintas aku minta ngan kamu??? aduyai...

mengapa semua manusia tak dapat mengaku kesalahan mereka sendiri dan sanggup memutarbelitkan cerita sehingga mereka yang tidak bersalah menjadi korban keadaan...? 

aku sangat penat dan penat...aku xtahu macamana lagi aku nak puaskan hati semua orang... kamu kata aku mesti berpura-pura... sampai bila nak buat semua tu??? aku rasa dia dah cukup puas lihat aku hidup dalam kepura-puraan untuk damaikan semua keadaan... Ya Allah... kenapalah aku diuji sebegini rupa...

ditambah lagi dengan 'sorang' tu yang menyokong kemarahan itu dengan mengatakan kau belasah je... siap tunjuk keyakinan mereka ada ramai kawan nak sokong... Ya Allah... kenapa??? kenapa korang xpuashati dengan aku??? kalau korang xselesa dengan aku, kenapa korang ajak aku??? ke korang dah rancang nak hancurkan semua kebahagiaan dan kehidupan aku??? Ya Allah!!! cukuplah jadi batu api... memang korang xsedar tapi itulah hakikatnya... 

SAY NO 2 

dan aku akan terus sabar dan sabar dan sabar dan sabar dan sabar dan sabar untuk menenangkan hati aku... 


aku nak tulis pun tak sampai ati... biarkanlah... herm... apapun, maafkanlah aku jika aku bersalah di mata kamu... dan jadilah manusia yang boleh menerima kesalahan sendiri.... jangan diputarbelitkan keadaan sehingga mengorbankan mereka yang tidak bersalah.... 

**********************************************************************************

HARI NI NAK KONGSI SIKIT PASAL PENGHASUT....




Dalam karya Al-Mustakhlash fi Tazkiyatil Anfus, Sa'id Hawwa menceritakan seseorang yang meminta 700 ketenangan dalam tujuh kalimat yang dapat ia amalkan sehari-hari kepada ulama. ''Wahai orang bijak, sesungguhnya saya datang untuk mendapatkan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Beritahukan kepada saya tentang langit dan apa yang lebih berat darinya. Tentang bumi dan apa yang lebih luas darinya. Tentang batu karang dan apa yang lebih keras darinya. Tentang api dan apa yang lebih panas darinya. Tentang salju dan apa yang lebih dingin darinya. Tentang lautan dan apa yang lebih kaya darinya. Orang miskin papa dan apa yang lebih hina darinya.''

Orang bijak menjawab, ''Ketahuilah, sesungguhnya, 
1. berdusta atas orang tidak bersalah lebih berat dari segenap langit. 
2. Kebenaran lebih luas dari bumi. 
3. Hati yang menerima (lapang dada dan ikhlas) lebih kaya dari lautan. 
4. Ketamakan dan kedengkian lebih panas dari api. 
5. Keperluan pada saudara bila tidak berhasil lebih dingin dari salju. 
6. Hati orang kafir lebih keras dari batu. 
7. Penghasut bila terbongkar perkaranya lebih hina dari orang miskin papa.''

Menghasut, mengadu domba, atau memprovokasi, dalam bahasa agama disebut namimah. ''Sesungguhnya, orang-orang yang suka menghasut tidak akan masuk surga.'' (HR. Bukhari-Muslim).

Hakikat namimah, kata Sa'id Hawwa ialah menyebarkan rahsia dan merosakkan tabir. Tidak seharusnya setiap keadaan yang tak disukai disampaikan ke orang lain, kecuali jika ditujukan untuk permuafakatan kaum Muslim atau menolak kemaksiatan, seperti kesaksian di pengadilan.

Selain ancaman tidak masuk surga, penghasut dikecam sebagai manusia paling buruk perilakunya. 

''Mahukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang paling buruk perilakunya di antara kalian? Yaitu, orang yang berjalan di atas muka bumi seraya menghasut, yang merosak di antara orang-orang yang tadinya saling mencintai, dan hanya ingin memberikan aib orang-orang yang tidak bersalah.'' (HR. Ahmad bin Hanbal).

Menghasut sangat berbahaya jika diamalkan dalam kehidupan sosial. 
Pertama, munculnya benih saling mencurigai di antara sesama. 
Kedua, jatuhnya nama baik dan martabat seseorang. 
Ketiga, terciptanya kekacauan, ketakstabilan, dan ketidakharmonisan dalam hubungan sosial.

Rasulullah SAW mengecam orang-orang munafik di Madinah karena perilaku kotornya yang suka menghasut saat baginda berhijrah. Kebiasaan menghasut sepertinya sudah menjalar dan meluas di negeri kita saat ini. Konflik menjadi bukti nyata ciptaan para penghasut. Bila kita menginginkan konflik tidak bertambah, kebiasaan buruk itu harus ditinggalkan.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...